Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts

Saturday, April 16, 2011

Special Seminar: Agricultural Biotechnology in Indonesia

Thu, January 13, 2011. 12:00-13.30
Prof. Hadi Susilo Arifin attended a Special Seminar of Agricultural Biotechnology in Indonesia
By Dr. M. Herman, Senior Scientist, ICABIOGRAD Biotechnology Center, Bogor, Indonesia.
Agenda
Day/Date: Thursday, January 13, 2011
Time: 12:00 noon – 1:30 p.m.
Venue: 271 Plant and Soil Sciences Building, Michigan State University
Seminar is organized by: WorldTAP/College of Agriculture and Natural Resources and ISP/Asian Studies Center
Pizza Lunch will be served.
Prof. Hadi Susilo Arifin and Dr. Muhammad Herman are colleagues in the team member of POKJA Ahli – Dewan Ketahanan Pangan Nasional RI (Taskforce Expertist - National Board of Food Security, the Republic of Indonesia) – 2010/2013.  In the end of the seminar, they have talked together regarding collaboration program in education and capacity building among MSU – IPB – UNPAD. Through an informal discussion, Prof. Karim (Biotechnology – MSU), Prof. Siddharth Chandra (Director of Asian Studies Center), and Prof. Hadi Susilo Arifin (IPB) have expected that for the future collaboration in education and capacity building between MSU and IPB should be expanded not only in biotechnology, but included climate change, environmental management and other actual issues. Some modules and curricula could be established together and delivering them for short courses, workshops, or summer school. These programs should be involved more universities in Indonesia.

Sunday, January 30, 2011

biotechnology information media,news





biotechnology information media,news


ISAAA RILIS KAMPANYE “SEJUTA TANGAN PENYEMBUHAN UNTUK MEMBANTU SEMILIAR ORANG KELAPARAN”

Tanggal : 15 October 2010

Pada peringatan Hari Pangan Sedunia, International Service for the Acquisition of Agri-biotech Applications (ISAAA) merilis suatu Kampanye Pengetahuan mengenai bioteknologi yang bertajuk “A million healing hands to help a billion hungry”. Disertai satu dekade berbagi pengetahuan, ISAAA merilis profil tinggi Kampanye Pengetahuan guna memenuhi rasa haus akan pengetahuan dalam bidang teknologi tanaman, pangan dan pertanian baik di negara berkembang maupun industri demi memerangi kemiskinan dan kelaparan – suatu tujuan moral yang mulia. Kampanye tersebut bertujuan untuk mengedukasi, menginformasikan dan memobilisasi masyarakat untuk berpartisipasi dan menjadi ujung tombak pengetahuan, mengeliminasi celah pengetahuan serta membangun sebuah jembatan berkesinambungan antara sains dan masyarakat. Pusat Kampanye Pengetahuan ISAAA adalah “orang-orang” – mobilisasi massa dengan sejuta pasang tangan penyembuhan, menawarkan pengetahuan mengenai bioteknologi tanaman, guna membantu 1 miliar orang yang sedang mendertia kemiskinan dan kelaparan. Dalam konteks ini, tema kampanye Pengetahuan ISAAA adalah “A million healing hands to help a billion hungry".

Sesuai dengan semangat Sasaran Pembangunan Milenium PBB untuk memangkas setengah angka kemiskinan dan kelaparan antara tahun 1990 sampai 2015, ISAAA menegaskan kembali komitmennya bagi bioteknologi tanaman dan pengembangan pertanian sebagai kunci dalam mencapai sasaran ini. Diperkirakan bahwa para petani dan buruh di Asia, Afrika dan Amerika Latin mewakili 70% dari miliaran orang miskin di dunia. Dengan demikian, ISAAA menegaskan kembali keyakinan kuatnya atas peran penting pengetahuan berbasis sains tentang bioteknologi tanaman, sebagai kontribusi penting guna menekan kemiskinan dan kelaparan, yang secara moral tidak dapat diterima dalam suatu masyarakat yang adil.

Kampanye Pengetahuan ISAAA mengenai bioteknologi tanaman tersebut dipersembahkan kepada Dr. Norman Borlaug – peraih Nobel perdamaian di tahun 1970 yang merupakan patron pertama ISAAA. Dengan dukungan dan inisiatif penuhnya, ISAAA mendirikan Global Knowledge Center on Crop Biotechnology di tahun 2000 di Filipina dengan node aktif yang disebut Biotechnology Information Centers (BIC) di 24 negara di dunia. Pada tahun 2010, ISAAA dan keluarga global BICnya merayakan satu dekade keberhasilan dalam memimpin berbagi pengetahuan dan pengembangan kemampuan mengenai bioteknologi tanaman guna membantu mengurangi kemiskinan di negara-negara berkembang.

ISAAA telah melembagakan berbagi pengetahuan mengenai bioteknologi tanaman dengan menciptakan dan mendistribusikan newsletter email mingguan - Crop Biotech Update (CBU) – yang membagi pengetahuan mengenai bioteknologi tanaman secara gratis, penting, menghormati hak-hak orang lain untuk membuat keputusan berbasis sains dan pengetahuan. CBU meringkas perkembangan-perkembangan terkini dunia dalam bidang pertanian, pangan dan bioteknologi tanaman yang relevan bagi negara-negara berkembang. CBU kini disebarkan secara mingguan ke lebih dari 850,000 pelanggan di 200 negara - tujuan Kampanye Pengetahuan ISAAA tentang tanaman bioteknologi adalah untuk meningkatkan jumlah pelanggan menjadi 1 juta pada 31 Desember 2010.

Dengan menegaskan kembali misinya bagi pengetahuan, teknologi dan pengentasan kemiskinan, Kampanye Pengetahuan ISAAA tentang bioteknologi tanaman mengharapkan partisipasi publik hanya dengan mendaftar, tanpa biaya atau kewajiban, 1 sampai 5 alamat email, atau lebih sahabat atau rekannya termasuk siswa, untuk undian yang dilakukan setiap minggunya setelah rilis kampanye tersebut pada peringatan Hari Pangan Sedunia, 16 Oktober 2010. Tiga pemenang akan dianugerahi sebuah duplikat perunggu dari Medali Emas Kongresional Dr. Norman E. Borlaug tiap minggunya dan disoroti dalam CBU mingguan. Undian terakhir akan dilakukan pada Jumat, 31 Desember 2010 dengan hadiah sebuah netbook untuk mengenali peranan penting elektronik dalam komunikasi, yang akan dimenangi oleh pemenang medali Borlaug dari negara-negara berkembang. ISAAA bertujuan untuk menerangi 1 juta atau lebih pelanggan agar menjadi pembawa obor bagi sains dan teknologi mengenai bioteknologi tanaman dan kontribusi pentingnya untuk mengentaskan kemiskinan, yang disimbolkan dalam moto sederhana dan menarik “A million healing hands to help a billion hungry”.

Recent Comments

Powered By Blogger