Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts

Monday, April 25, 2011

Beberapa tips memilih emas

Beberapa tips pemilihan emas:
  1. Update Kurs Emas Update kurs emas bisa anda dapatkan setiap hari, pada pukul 09.30 atau anda bisa menghubungi langsung ke PT Antam, Tbk.
  2. Perhatikan Dua Faktor Penentu yaitu faktor harga emas dunia dan faktor kurs rupiah terhadap dolar. Oleh karena itu disarankan untuk selalu meng-update setiap saat, informasi dua faktor tersebut.
  3. Perhatikan Keaslian Emas Keaslian emas dapat mengacu pada sertifikat yang diperoleh pada saat transaksi emas batangan (lempengan). Dimana sertifikat itu harus dikeluarkan oleh PT Antam, Tbk. (khusus Indonesia) yang berstandar internasional dan telah diakui oleh London Bullion Market Association (LBMA). Sertifikat asli memiliki nomor seri yang juga terdapat pada lempengan emas, dan ukuran 5 x 6 cm. Sedangkan untuk memastikan keaslian emas lempengan, anda dapat melihat logo LM berbentuk segi lima yang tertera, serta terdapat tulisan Fine Gold .9999, dan apabila nilai emas lebih dari 5 gram disertai nomor seri pada lempengan (yang biasanya diawali dengan dua karakter huruf dan tiga digit angka).
  4. Pastikan Kadar Kemurnian Emas, sesuai dengan Standar Internasional Emas 24 Karat (emas murni) berkomposisi 99.99% emas, Emas 22 Karat berkomposisi 91.7% emas dan 8.3% campuran bahan lain (perak), Emas 20 Karat berkomposisi 83.3% emas, Emas 18 Karat berkomposisi 75.0% emas, Emas 16 Karat berkomposisi 66.6% emas, Emas 14 Karat berkomposisi 58.5% emas, dan Emas 9 Karat berkomposisi 37.5% emas.
  5. Biaya Produksi Biaya produksi yang dikenakan berkisar antara Rp 33.500,- sampai dengan Rp 102.000,-/keping emas.
  6. Simpan Bukti Pembelian dan Bukti Keaslian Emas Hal ini adalah sebagai bukti keaslian bilamana anda menjual emas kembali ke tempat Anda membelinya, karena tentu akan lebih mudah dan tidak ada banya pertanyaan seputar emasnya.




    Posted in: Emas Batangan, Investasi Emas, logam mulia.
    Tagged: Cek Keaslian Emas · emas 14 karat · emas 18 karat · Emas 22karat · emas 9 karat · Investasi Emas · investasi logam mulia · Kadar Kemurnian Emas · keping emas · Kurs Emas · logam mulia · London Bullion Market Association · PT Antam · tips investasi

Friday, January 21, 2011

HARGA KAKAO TURUN TERUS, PETANI PUSING

MAMUJU, KOMPAS.com - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi unggulan bagi petani di daerah ini sejak beberapa pekan terakhir mulai turun.

Suparman, (42) petani kakao di Mamuju, Minggu (4/7/2010) mengatakan, para petani Kakao di sejumlah kecamatan di Kabupaten Mamuju mulai tidak bersemangat karena terus anjloknya harga coklat di sejumlah pasar di daerah ini.

"Sudah beberapa pekan terakhir ini, harga komoditi Kakao anjlok dari harga normal," katanya.

Harga kakao saat ini hanya sekitar Rp 21.000/kilogram, padahal sebelumnya, harga kakao cukup menguntungkan para petani di daerah ini dengan kisaran sebesar Rp 28.000/kilogram hingga Rp 29.000/kilogram.

"Turunnya harga kakao di pasar tradisional di Mamuju membuat petani Kakao sedikit pusing karena biaya yang dikeluarkan untuk pembelian pupuk cukup tinggi," katanya.

Dia mengatakan, selain harga komoditi itu jatuh di pasaran, tingkat produksi hasil panen juga cenderung berkurang, karena buah saat memasuki musim panen banyak yang rusak akibat terserang hama.

"Jika berjalan normal maka tingkat produksi hasil panen raya untuk komoditi kakao dapat mencapai ratusan ton, namun, kali ini produksinya turun dua kali lipat akibat terserang penyakit atau hama," katanya.

Ia berharap, pemerintah daerah yang mencanangkan program gerakan nasional peningkatan mutu dan produksi kakao (Gernas-pro Kakao) tidak hanya dijadikan simbol, namun, diharapkan program ini dapat diimplementasikan ke petani yang ada di Sulbar.

"Selama ini banyak membantu petani melalui program gernas, namun, program ini belum menyentuh secara merata terhadap petani," katanya.

Mestinya, pihak Dinas Perkebunan (Disbun) yang mewadahi petani dapat melakukan pendataan petani kakao, sehingga bantuan itu tersalurkan secara merata kesemua petani yang ada.

"Jangan ada pengecualian, karena petani sangat mengharapkan bantuan itu untuk memenuhi program peningkatan mutu dan produksi kakao," katanya.

Ia juga berharap pemerintah daerah segera menurunkan petugas penyuluh pertanian untuk mendampingi petani kakao yang mayoritas penduduknya bertumpu di bidang pertanian.

"Sekitar 60 persen dari penduduk Sulbar bertumpu pada sektor pertanian tanaman Kakao, sehingga peran pemerintah itu sangat diharapkan dapat membantu secara optimal kepada petani di Sulbar," katanya.

Recent Comments

Powered By Blogger